04.20.09

Mereka, di mata Ibuku …

Ditulis dalam Sekedar Mencoret pada 8:34 PM oleh erwindra

Kedatangan teman-teman saya ke Kota Malang dalam rangka Praktik Lapang di instansi-instansi penelitian merupakan kejutan bagi kedua orang tua saya. Mungkin dalam pikiran mereka, ini merupakan momen yang jarang terjadi melihat bagaimana rupa, tingkah laku, dan sifat-sifat teman-teman anaknya di IPB sana. Ketika saya menceritakan kalau nanti akan ada juga teman-teman yang Praktik Lapang di Kota Malang, Ibu saya langsung mengajukan opsi penawaran kalau beliau akan menjemput langsung mereka, entah itu di Stasiun Kotabaru Malang – jika naik kereta, atau di Terminal Arjosari – jika mereka naik Bus. Tidak hanya itu saja, beliau dan adik saya juga akan membantu mencarikan tempat tinggal sementara ketika Praktik Lapang di Kota Malang yang dekat dengan instansinya. Kemudian, atas titahnya langsung saya sampaikan opsi penawaran itu ke teman-teman yang akan ke Kota ‘Apel’ Malang.

Dini Anggiani, Salamatuttanzil, Neli Soraya, dan Poppy Suprapti adalah prioritas utama penjemputan Ibu saya, sedangkan Hafizh Ahsan dan Mochamad Yasin adalah prioritas kedua. Maklum, mungkin hubungan batin dan perasaan seorang wanita. Ketika pertama kali, kedua kali, dan beberapa kali setelahnya mereka mampir ke rumah saya, Ibu saya merekam semua obrolan mereka, tentang cerita mereka, pengalaman mereka, kelakuan mereka, sikap dan sifat mereka. Terkadang beliau ceritakan via telepon ketika saya sedang Praktik Lapang di Astra Agro Lestari di Kumai, Kalimantan Tengah. Sedikit banyak beliau ceritakan kepada saya sebagai berikut :

Dini Anggiani, Ketua Department of Data Analyze GSB 2008, di mata beliau adalah sosok cewek yang riang, agak tinggi, sama-sama daftar Tanoto, tapi beda nasib. Tenang Din, semua ada yang ngatur ‘diatas sono’ hehe. Banyak cerita apa aja yang udah dilakuin. Penuh Semangat.

Salamatuttanzil, suka senyum, cerita apaaaa aja, tentang naek angkot ke mall padahal mallnya deket, ikutan HMI gara-gara pake jaketnya HMI, lucu hehe.

Neli Soraya, ehmm .. ngomongin fisik nie, jadi gak enak euy hehe. Ya begitulah teman-teman … pasti tahu kan seperti apa neli itu hehehe….peace.

Poppy Suprapti, dikiran penjual yang lagi beli kulakan coz banyak banget barang-barang yang dibawa jadi oleh-oleh dari sono hahaha..

Semua cewek ini doyan jajanan pasar, kayak gatot, cingur, kripik tempe de-el-el. Rencana mereka ke Bromo untuk sementara ditunda dulu. Nanti aja oke Fren, habis wisuda kita jalan-jalan ke Bromo. Aamiin. Sedangkan Yasin dikenal sebagai sosok yang pendiam, cool, lucu kalo diajak ngomong. Kalo Januar, diingat sebagai sosok yang gak betah waktu Praktik Lapang coz daerah Pasuruan yang panas katanya. Hahah…

Itulah sepenggal cerita, ingatan, dan rekaman Ibu saya tentang mereka. Pejuang Statistika yang sedang keluar dari ‘lingkar nyaman’. Setidaknya mereka tahu sedikit hal tentang hakikat kehidupan walau tidak semestinya pergi jauh ke Jawa Timur. Bagaimanapun juga, pengalaman tidak dapat dinilai dengan sesuatupun …

04.12.09

Pekan Pertama di Borneo

Ditulis dalam Uncategorized pada 1:50 PM oleh erwindra

Seperti Liga-Liga sepakbola di Eropa dan ISL, pekan pertama sebagai pertandingan perdana dimulainya Liga Profesional sungguh sangat dinantikan oleh banyak penggemar Gila Bola (GiboL). Pekan pertama biasanya ditayangkan Tim juara bertahan melawan tim mediokre ataupun sesama Tim Elite untuk meramaikan panasnya Liga yang akan berlangsung 11 bulan lamanya. Relatif hampir mirip, pekan pertama di Borneo sangat spektakuler, hingga kami dibuat terkaget-kaget-terkaget karenanya. Dua hari pertama perkenalan administrasi di Kantor Pusat atau biasa disebut basecamp, kami sudah dikerjain oleh para pimpinan ataupun pegawai senior. Lingkaran Pagi yang dimulai tiap hari Senin Pukul 04.45 adalah momen awal, langkah pertama, seperti halnya kick off dalam sepakbola atau jump ball dalam basket. Dilanjutkan Apel Pagi administrasi di depan Tiang Bendera Merah Putih, mengingatkan masa-masa Paskibra dulu ketika SMA. Setelah Apel Pagi Admin selesai, sebagai salam perkenalan saya harus menyanyi atau melakukan yel-yel. Karena teman saya, Sigit, sudah menyanyikan Lagu Mars Statistika IPB, saya tidak mau ketinggalam juga untuk melakukan yel-yel GSB yang sudah melegenda itu. Esoknya, kami ke Kota Pangkalan Bun, Ibu Kota Kabupaten, melihat proses pengadaan barang di AAL. Ini adalah rekor kami dalam hal pergi ke Kota Pangkalan Bun hanya dalam waktu 2 hari setelah di Borneo. Mengagumkan, tentu saja .. dalam pandangan kami 

Kemudian, masih dalam Masa Orientasi Perkebunan Kelapa Sawit, kami harus merasakan menginap di Afdeling selama satu minggu. Afdeling tuh kampung pekerja yang wilayah kerjanya meliputi areal kebun sawit seluas kurang lebih 1000 ha, lima kali lebih luas dari Kampus IPB Dramaga bukan. Disinilah petualangan dimulai. Listrik hanya dihidupkan kurang lebih 6 jam. Mulai dari jam 03.00 sampai 05.00 kemudian dilanjutkan jam 18.00 sampai 22.00, nikmat sekali. Terus, Air hanya dihidupkan jam 18.00 itupun digilir per baris rumah, dan setiap harinya ada 3 giliran. Belum satu minggu penuh kami sudah bikin masalah, dasar memang masih anak muda, rasa ingin tahu yang besar dan nafsu makan yang tinggi adalah penyebabnya.

Karena pikiran mulai bosan karena ruang lingkup yang kecil kami meminjam motor ke salah satu mandor rawat, juga induk semang rumah yang kami tinggal selama orientasi. Terus langsung pergi ke Utara yang berbatasan langsung dengan perusahaan sawit lain. Setelah sampai di gerbang perbatasan antara kedua perusahaan, kami berhenti dan sempat mengabadikan beberapa view yang menarik bagi kami. Namun, justru foto-foto itulah pangkal masalahnya. Kami langsung ditegur oleh beberapa pegawai perusahaan tersebut, mereka menanyakan asal kami dan keperluan kami berkunjung di situ. Setelah menjawab bahwa kami hanya mahasiswa dari IPB yang sedang praktek lapang di AAL, ternyata belum memuaskan mereka. Wah, insting bahaya ku menyala, layaknya spiderman yang dapat merasakan situasi buruk lewat indera keenamnya. Saya langsung turun dari motor yang sudah dipreteli bodynya, jadi hanya kelihatan rangka utamanya saja. Kami meluruskan hal-hal yang menjadi sebab kesalahpahaman karena kami memotret view perusahaan tersebut. setelah semuanya beres, kami berdua segera meninggalkan tempat tersebut. Seru .. Seru, itu masalah kedua yang kami dapat di Borneo sini. Masalah pertamanya, tentang makanan dan masakan, tidak pantas untuk diceritakan di sini, masih undercover hehe. Ternyata, perusahaan tersebut sensitif terhadap wartawan yang sering datang ke tempat mereka dan mengangkat isu ilegal loging dan pembakaran untuk membuka lahan. Itulah kesalahpahaman yang terjadi, mereka mengira kami adalah wartawan atau jurnalis yang sedang mencari informasi untuk dijadikan berita. Hal itu kami tahu dari mandor-mandor afdeling tempat kami bermukim dan camping

Satu minggu orientasi, banyak yang saya dapat tentang kegiatan praktis perkebunan sawit, mulai dari menyemprot sebagai langkah perawatan, taksiran panen sawit dan proses panennya, dan proses grading atau sortir kelapa sawit sebelum diolah ke Pabrik. Kemudian, setelah menyelesaikan kawah candradimuka afdeling Bravo AMR, kami balik ke Basecamp. Di sini semua ada, warung makan serba lima ribu, sinyal yang penuh terus dan indovision, namun khusus untuk Indovision, karena yang punya belum bayar tagihannya, jadi sampai saat ini kami hanya bisa menonton TVRI, Televisi Kebanggaan Republik ini. Dasar Nasib. Dimana-mana pasti ada suka-dukanya, bukan?

04.07.09

Palangka (Raya), Februari 2009

Ditulis dalam Uncategorized pada 11:23 PM oleh erwindra

Dengan nomor penerbangan 7P-371, jenis pesawat Boeing 737 seri 300 kami menuju Ibukota Kalimantan Tengah, Palangka (Raya).

Take off tepat pukul 10.30 dari Cengkareng dengan lama perjalanan 80 menit kami sampai di Bandara Tjilik Riwut Palangka (Raya). Panas terik menyengat menyambut kami setelah landing dengan mulus di landasan pacu. Tidak lupa kami sempatkan untuk mengabadikan semua hal-hal yang terasa baru bagi kami. Bermodal Camera Digital Samsung Digimax S500 kami potret semua momen-momen yang ‘berbau’ kalimantan banget. Ini adalah perjalanan pertama kali ke Pulau Kalimantan, yang dulu dikenal dengan sebutan Borneo. Perjalanan dalam rangka menyukseskan kegiatan Praktek Lapang Departemen Statistika IPB.

Namun, Palangka (Raya) bukanlah kota tujuan akhir perjalanan ini. Kota ini hanyalah sebagai kota transit sebelum menuju Desa Panca Tunggal, Kecamatan Kumai, Kab. Kota Waringin Barat di mana PT. Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi berada. Anak perusahaan dari PT. Astra Agro Lestari Tbk, yang bergerak di bidang Agribisnis, lebih tepatnya Komoditi Kelapa Sawit.

Sesaat setelah mengambil barang di bagasi, kami langsung meluncur ke Perusahaan Otobus Logos yang akan mengantar kami ke tempat tujuan. Menunggu hampir 3 jam sebelum keberangkatan Bus Logos jam 16.00 memang membosankan. Makan di warteg, minum es kelapa, dan berbincang dengan mahasiswi Universitas Palangka Raya cukup dapat membunuh waktu luang. Tepat jam 16.00 kami berangkat ke Kumai melewati Kota Sampit yang terkenal dengan tragedi kemanusiaan beberapa tahun yang lalu. Namun, ketika kami melewati Sampit kesan itu sepertinya sudah terkubur, semoga tidak ada yang menggalinya kembali. Demi nama baik dan keutuhan bangsa ini. Aamiin.

Perjalanan yang memakan waktu 10 jam lebih 30 menit, melewati jalan-jalan Trans-Kalimantan dimana di sebelah jalan masih terlihat jelas pohon/semak belukar, rawa-rawa yang belum dimanfaatkan secara optimal, rumah-rumah penduduk, gubuk-gubuk reyot, rumah makan tempat pemberhentian Bus menjadi pemandangan kami dalam perjalanan. Sempat tertidur di dalam Bus, kami sampai di Simpang Astra jam 02.30 dan akhirnya kami dijemput oleh salah satu pegawai PT.GSIP, Bapak Sugiarto. Dan bermalam di Guest House-nya. Setelah menunggu waktu shalat subuh dan menunaikaanya, kami lanjutkan tidur kami yang sempat tertunda.

“Aku ingin hidup mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium : meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpencar ke arah yang mengejutkan. Aku ingin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin, dan menciut dicengkeram dingin. Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan. Aku ingin hidup ! Ingin merasakan sari pati hidup !

Kalimat itulah yang aku ingat dari Buku Edensor, karangan Andrea Hirata … “ Merasakan sari pati hidup !

02.05.09

Kalau sudah kebelet ..,

Ditulis dalam Suara Hati, Uncategorized pada 10:15 AM oleh erwindra

Ya beginilah suka duka jadi ketua organisasi.

Di SMA dulu pingin banget jadi kapten tim basket, eh gak taunya kalah pamor sama Panji, Ketua OSIS SMA waktu angkatanku. Di satu sisi, waktu kebagian jadi Senior di Paskibra SMA, lha kok malah jadi Ketua Paskibra sih, padahal jaman saya senior masih banyak yang lebih pantas jadi Ketua Paskibra SMA Negeri 3 Malang, sebut saja Ramondya, Raka, or Ginanjar coz mereka punya track record bagus dilihat dari komitmen sewaktu latihan Paskibra tiap hari Jumat n Sabtu. Di SMA Negeri 3 Malang periode 2002 – 2005, ada sekitar 4 – 5 kegiatan Ekstrakurikuler yang banyak diminati oleh siswa-siswa Bhawikarsu. Seperti biasa, OSIS, kemudian Taekwondo, Pecinta Alam BX-4, n PMR. Paskibra, meskipun tidak banyak diminati oleh siswa Bhawikarsu, tapi mereka punya pasukan lengkap sekitar 50 orang setiap angkatan coz sistem perekrutan yang lain dari biasanya.. Paskibra ini punya ciri khas sendiri di SMA 3 Malang, item, cepak, tegap, disiplin, wah pokoknya unik deh … kalo setiap latihan senior selalu berkuasa sama juniornya, tapi kalau sudah tau tabiat seniornya … wah … kacau, parah banget. Sub Sie Elektro (SSE), meskipun tiap tahun megap-megap coz kalau mau lulus verifikasi menjadi kegiatan ekskul, syarat minimal anggotanya harus 15 orang. Tapi dari semua organisasi yang ada di SMA Bhawikarsu, SSE ini punya tempat tersendiri di komunitas anak SMA Bhawikarsu, organisasi ini terkenal dengan kekeluargaannya yang kental. Juga, tempat sekretnya bisa dibuat bolos pelajaran kalau jenuh sudah hinggap di otak haha.

Ketua Paskibra waktu itu, saya sendiri maksudnya, punya segudang masalah, seperti : masalah kekompakan internal, tingginya suasana senioritas antar angkatan, dan kurang optimalnya peran pembina. Tapi, alhamdulilah semua itu bisa dijalani. Gak percaya? Buktinya, saya masih bisa berdiri saat ini, gak sampai stres dan bunuh diri kan hehe. Banyak cerita undercover yang belum pantas ditulis disini. Tapi salah satunya, mungkin waktu Paskibra Bhawikarsu (PB) ikut lomba PBB di SMA 2 Surabaya. Wow, seru, seru hahah. PB mengirim 2 tim untuk ikut lomba PBB dan 2 tim Cerdas Cermat. Kalau diingat-ingat kasihan juga mereka, junior saya terlebih, yang mau lomba mereka disuruh bayar sekitar 30 ribu buat pendaftaran n akomodasi di sana. Saya sendiri yang mengeluarkan kebijakan itu, lha mau gimana lagi, tidak ada sumber dana tetap, donatur (kalau gak salah Om saya nyumbang 20 ribu waktu itu hihih) tapi ada tekanan dari pihak pembina untuk ikut lomba, ya sudah.

Kalau gak salah, hari itu hari Minggu, kami berangkat dari Malang sekitar jam 7.00. Tiba-tiba ada berita buruk, salah satu anggota tim, juga saudara sepupu jauh saya, Sekar, tidak bisa hadir coz kakinya sakit tertimpa apa gituh … lupa. Semua junior naek Truk tentara ditemani beberapa senior. Sebagian senior naik mobil punyanya Hari Subekti (Subek). Setelah sampai di tempatnya,seperti biasa, kami lakukan pemanasan latihan biar siap waktu lomba. Tidak lupa kami makan siang bersama, bertemu dengan teman-teman yang berasal dari Malang juga. Setelah semuanya selesai menjelang sore hari, junior dipulangkan terlebih dahulu biar sesampainya di Malang tidak kemalaman. Nah, tragedi itu lah tiba-tiba muncul. Enak-enak menunggu pengumuman pemenang lomba, tiba-tiba ada panggilan alam mendadak. Panggilan alam yang tidak mengenal tua, muda, kaya, miskin, cakep, jelek, semua kalo udah dapet panggilan ini pasti satu tujuannya : Toilet. Peluangnya hampir satu.

Enggak tahu, siapa yang harus mesti disalahkan, makanannya yang pedes, or panitianya yang kurang menyiapkan hal-hal sepele seperti toilet. Masak semenjak siang menjelang sore, air di toilet udah pada habis mana kran air gak keluar coba. Parah banget !!. Wuihh, mau gak mau, panggilan alam itu saya cuekin, meski saya sendiri yang menderita : keluar keringat dingin, muka gak jelas, paranoid dan lain-lain. Tapi alhamdulilah setelah tahu kalau kita juara 2 cerdas cermat, asyik, lega rasanya. Latihan tiap hari terbayar sudah, meski gak lunas heheh. Sepertinya panggilan alam itu sudah bosan memanggil saya coz saya cuekin terus. Kemudian kami langsung pulang ke Malang. Waktu enak-enak cerita di mobil, sambil guyonan, eh koq ndilalah dia manggil lagi tho. Waduh !! kacau nih !! Paranoid ku semakin menjadi-jadi, keringat terus keluar dari kening, pipi, wah macam-macam pokoknya. Udah deh, waktu temen2 ketawa coz guyonan, Cuma saya sendiri yang diam, kalo ikut ketawa wah…bisa-bisa peluang saya malu seumur hidup semakin besar.

“Subek ntar kalo ada pom bensin, mampir ya … bentar aja” saya berkata begitu

“Ok Pak Ketum, santai hahahha ….”

“Berengsek nie orang …, gak tau lagi ngempet apa ?” dalam hati saya berkata begitu

Melewati pom bensin di tol Surabaya-Malang (sebelum ada lumpur Lapindo) Subek ternyata gak mampir. Saya gak bisa berkata-kata lagi, gak kuat, hanya fokus satu kata : Tahan Win …

Regha yang duduk di belakang mobil terus-terusan ngetawain saya, dasar gogon dodol. Akhirnya setelah melintas tol selama 90 menit Subek mampir juga pom bensin. Semuanya kulampiaskan di situ, semuanya. Wuihh, lega…plong rasanya.

“Wes Win hahahah?” Regha menyapa di jok belakang mobil

“heheh … “,

Ucapan terima kasih mendalam untuk rekan-rekan seperjuangan Paskibra Bhawikarsu 2002. I love u All n I miss U ….

Halaman berikutnya