4 September 2010
Just Shoot !
” Iya tembak saja, Ndra. Masalah masuk enggaknya itu nanti urusan belakangan. Kalo masuk ya .. syukur.”
” Kalo gak masuk Coach ? “
” It means …, you need more practice. More and more again … “
” Coach ngemeng apaan sih ? Gak mudeng saya Coach ? “
” Goblok kamu …, sana sprint 2 kali putaran ! Dasar bodoh ! “
” Setan alas nie Coach .., ” suara hati Indra di suatu sore hari di lapangan basket SMA nya.
Sore itu, bersama teman-teman lainnya dia berlatih untuk persiapan turnamen basket antar SMA di kotanya. Menu latihan kali itu, sama seperti menu latihan-latihan sebelumnya : Pemanasan, Lari, Lay Up, One on One, Simulasi strategi, dan simulasi tanding. Rasa percaya diri tampak di semua wajah pemain. Ya, karena mereka akan menghadapi lawan yang pernah mereka kalahkan di turnamen lain, satu bulan sebelumnya.
” Apa ?! Try Out SPMB besok Sabtu ? “
” Iyo Ndra, melu gak ? Sakarepmu wes. “
” Waduhh, ono tanding e aku sesuk Sabtu. Melu sing endi iki enake ? “
Teknik Kelautan ITS. Menjadi pilihan pertamanya sebagai simulasi ujian SPMB. Dengan harapan dia akan segera menuju tempat pertandingan, segera setelah dia menyelesaikan Try Out sore itu. Tapi, semua berjalan lain. Indra datang terlambat sore itu. Dia hanya bermain 5 menit babak akhir, di saat tim lawan unggul 10 poin, sebelum pertandingan dihentikan karena hujan deras. Kemudian sesuai peraturan pertandingan, tim lawan berhak maju ke babak final.
Raut kecewa tampak di muka Coach. Dan dia mengatakan sesuatu.
” Kita memang bukan pemain profesional. Yang harus siap sedia bermain basket ketika mendapat bayaran. Tapi kamu harus tahu Ndra, kalau kamu dibutuhkan oleh tim, karena kamu dan lainnya lah membangun tim ini. Diantara yang lain, kamu punya defense yang paling bagus. Kamu pemain vital “
Beberapa tahun setelah itu.
” Gimana Ndra, Desember besok kita ada turnamen di Bandung. Kalau mau ikut, kamu harus rajin latihan tiap malam. “, sebuah sms masuk ketika dia sedang asyik-asyiknya bermain SAS di kamar kosannya.Tidak lama setelah itu, menyusul sms lainnya, dari seorang WaPresMa saat itu.
” Indra, apa kabarnya ? Mau bergabung dengan kita gak ? Ada posisi bagus untuk kamu disini “
Pilihan lah yang terkadang membuat kita merasa bingung, walau untuk sesaat. Terjadi ‘benturan’ besar antara keinginan, obsesi, angan-angan dan tujuan kita. Yang pasti, kita harus tahu apa yang akan kita hadapi jika kita sudah memutuskan sebuah pilihan. Karena pada dasarnya, ketika kita memilih suatu pilihan itu tidak lain kita juga memutuskan beberapa pilihan,bukan ? Dan, kita harus ikhlas sepenuhnya atas hilangnya nilai kesempatan di beberapa pilihan itu. Sangat manusiawi jika kita masih berharap kesempatan itu hadir kembali di suatu saat di masa depan nanti. Meski, kita akan menghadapi situasi ketidakpastian yang pasti.
Di satu sisi yang lain, apapun itu … akan berguna dan bermanfaat nyata di kemudian hari. Itulah kita, sang manusia yang penuh harap pada pencipta-Nya. Rabb sekalian alam.
Dan terakhir kalinya …, jangan pernah ada rasa menyesal setitik pun. Karena, waktu lalu tidak bisa hadir kembali di depan mata kita. Yang hadir hanyalah setan alas yang memberi angan-angan kosong dan menjauhkan rasa syukur kita terhadap Illahi.
Pangkalan Lada, 25 Ramadhan 1431 H